HASIL MONITORING DAN EVALUASI ICT JAWA TIMUR
I. KONDISI PENGEMBANGAN ICT JARDIKNAS DARI ASPEK MANAJEMEN, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN, PEMANFAATAN SERTA KEMAMPUAN TEKNIS.
A. Pengembangan dan Pemanfaatan ICT untuk bidang Manajemen
Kondisi Pengembangan dan pemanfaatan ICT untuk bidang manajemen banyak digunakan untuk pengolahan data dan peningkatan kemampuan SDM baik berupa pelatihan-pelatihan maupun perekrutan SDM baru dan outsourching. Sedangkan untuk tingkat kepedulian masih belum sepenuhnya dilakukan demikian pula dengan pengembangan perangkat lunak. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen dalam pengembangan perangkat lunak masih terbatas. Pengolahan data banyak dilakukan secara manual belum menerapkan pembuatan perangkat lunak dalam pengolahan data untuk pengambilan keputusan.
B. Program Perencanaan dan Pengembangan ICT
Kondisi aspek perencanaan dan pengembangan ICT lebih dikonsentrasikan pada pembangunan infrastruktur jejaring di lokasi kantor Dinas antar ruang/bagian berupa LAN maupun hotspot dilokasi tertentu serta konektivitas ke ICT center. Selain itu tingkat kepedulian dalam perencanaan dan pengembangan ICT cukup tinggi sebagai contoh dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain. Sedangkan untuk pengembangan perangkat lunak masih belum signifikan karena lebih banyak melakukan pengolahan secara manual.
C. Pemanfaatan ICT untuk saat ini
Kondisi aspek pemanfaatan ICT lebih banyak digunakan untuk peningkatan SDM dengan melaksanakan pelatihan/workshop untuk pengolahan data, penggunaan ICT dalam sistem organisasi yang telah terbentuk misalnya penggunaan email dan transaksi data, tingkat kepedulian dalam pemanfaatan ICT nampak dalam hal perawatan infrastruktur ICT. Hal ini dikarenakan jenis pekerjaan yang saat ditangani lebih ditekankan pada kegiatan pengembangan SDM dan perawatan peralatan. Sedangkan untuk pemanfaatan aplikasi pengolahan data masih belum bervariatif, masih sangat tergantung dengan pengembangan dari pusat.
D. Kemampuan Teknis Tim ICT Kota/Kabupaten
Kondisi aspek kemampuan teknis lebih terkonsentrasi pada kemampuan pemasangan jejaring yang saat ini menjadi prioritas, kemampuan dan pemahaman infrastruktur ICT dan kemampuan dalam peningkatan kompetensi ICT secara umum serta kemampuan dalam hal pengolahan data. Hal ini sangat erat hubungannya dengan ketersediaan SDM yang menangani jaringan telah tersedia dengan memanfaatkan ICT Center dan mahasiswa PJJ TKJ. Adapun ketersediaan SDM yang menangani perangkat lunak masih sangat terbatas.II. KONDISI PENGEMBANGAN ICT JARDIKNAS BERDASARKAN PROSENTASE TERTINGGI KAB/KOTA DARI ASPEK MANAJEMEN, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN, PEMANFAATAN SERTA KEMAMPUAN TEKNIS.
Kondisi perkembangan ICT di 38 kab/kota di Jawa Timur sangat beragam, hal ini digambarkan dengan table sebagai berikut :
A. Prosentase Aspek Manajemen pada Penerapan Bidang ICT
Kondisi aspek manajemen berdasarkan prosentase tertinggi adalah Kab. Pacitan, hal ini menunjukkan kab/kota diatas telah menerapkan ICT dalam kegiatan manajemen implementasi ICT
B. Prosentase Pemanfaatan ICT
Kondisi aspek pemanfaatan ICT berdasarkan prosentase tertinggi adalah Kab.Lumajang, hal ini menunjukkan kab/kota diatas telah memanfaatkan ICT dari segi hardware, software, brainware, organoware dan awarness. Data tersebut diatas dapat mewakili daerah yang telah mengoptimalkan peralatan ICT sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.
C. Prosentase Kemampuan Teknis
Kondisi aspek teknis berdasarkan prosentase tertinggi adalah Kota Kediri, hal ini menunjukkan kab/kota diatas telah memiliki kemampuan teknis ICT dalam pengembangan infrastruktur ICT serta dapat mengoptimalkan SDM bidang ICT.
D. Prosentase dalam Perencanaan dan Pengembangan ICT
Kondisi aspek rencana dan pengembangan ICT berdasarkan prosentase tertinggi adalah 8 kabupaten/kota yaitu Kab Pacitan, Kota Malang, Kab Kediri, Kota Pasuruan, Kab Ponorogo, Kab Sumenep, Kab Lumajang dan Kab pasuruan; hal ini telah menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan ICT baik jangka pendek maupun jangka panjang.
(Pengolah Data : Anastasia dan M.Aries S.)