Archive for the ‘Kab. Bandung’ Category

Laporan Monev Jabar Des’07

Friday, December 14th, 2007

LAPORAN PELAKSANAAN TUGASPEMANTAUAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN, RENCANA, PROGRAM, DAN ANGGARAN TAHUN 2007

PROPINSI JAWA BARAT

BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERISEKRETARIAT JENDERAL - DEPDIKNASTAHUN 2007

LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEBIJAKAN, RENCANA PROGRAM, DAN ANGGARAN TAHUN 2007

I. DASAR PELAKSANAAN

a. Surat Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 53211/A1.1/PR/2007 dan, 53212/A1.1/PR/2007 tanggal 6 November 2007, tentang Pemantauan Pelaksanaan Program/Kegiatan, dan Anggaran 2007;b. Surat Tugas Kepal Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Nomor: 54849/A1.1/PR/2007 tanggal 15 November tentang Pemantauan Pelaksanaan Program/Kegiatan, dan Anggaran 2007.

II. WAKTU

Kegiatan monitoring dan evaluasi di propinsi Jawa Barat dilaksanakan pada Hari Rabu sampai dengan Jumat, tanggal 12 sampai dengan 14 Desember 2007.

III. SASARAN

Satuan Kerja yang ada di Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat ada tujuh belas satker yang bersumber dari dana APBN tahun 2007. Dari tujuh belas satuan kerja yang ada secara keseluruhan dapat kami kunjungi, yaitu:1. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat;2. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP);3. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) IPA Bandung;4. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Tertulis Bandung;5. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Teknologi Bandung;6. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur;7. Balai Bahasa, Bandung;8. Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP) Regional II, Jawa Barat;9. BIOTROP, Bogor;10. Institut Pertanian Bogor;11. Institut Teknologi Bandung;12. Universitas Padjajaran;13. Universitas Pendidikan Indonesia;14. STSI Bandung;15. Kopertis Wilayah IV, Bandung;16. Politeknik Negeri Bandung;17. Politeknik Manufaktur Bandung.

IV. BAHAN

Dalam rangka menghasilkan keluaran yang maksimal, maka kami dari kantor pusat telah dibekali dengan beberapa dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dimaksud, yaitu: a. Surat Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 53211/A1.1/PR/2007 dan, 53212/A1.1/PR/2007 tanggal 6 November 2007, tentang Pemantauan Pelaksanaan Program/Kegiatan, dan Anggaran 2007;b. Surat Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 53212/A1.1/PR/2007 tanggal 6 November 2007, tentang Pemantauan Pelaksanaan Program/Kegiatan, dan Anggaran 2007;c. Surat Tugas Kepal Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Nomor: 54849/A1.1/PR/2007 tanggal 15 November tentang Pemantauan Pelaksanaan Program/Kegiatan, dan Anggaran 2007. d. Format B-05.1 dari masing-masing satuan kerja yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat;e. Target pencapain Sasaran Renstra 2005 – 2009/realisasi milestone 2005 – 2007;f. Data kegiatan pokok yang tertuan dalam DIPA tahun 2007 per satuan kerja/kegiatan kardinal;g. Perkembangan realisasi pelaksanaan program/kegiatan dan anggaran bulan September 2007 samapai dengan perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 yang sesuai dengan format B-05.1;h. Data realisasi sharing pembangunan pendidikan yang telah dituangkan dalam MoU dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007;i. Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SD/MI dan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs;j. Bahan-bahan lain yang relevan dengan pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi ini.

V. MEKANISME

Mengingat banyaknya satuan kerja dan lokasi daerah yang luas dan terpencar, maka kami petugas monitoring dan evaluasi ini membagi diri untuk daerah-daerah yang searah dan masih berdekatan, sehingga diharapkan seluruh satuan kerja dapat terjangkau dan dikunjungi. Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing anggota tim adalah sebagai berikut adalah:

a. Budi Purwaka1. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat2. P4TK Tertulis Bandung3. P4TK IPA Bandung4. Balai Bahasa Bandung5. Kopertis Wilayah IV, Jawa Barat6. Institut Pertanian Bogor7. Universitas Padjajaran8. Universitas Pendidikan Indonesia

b. Titik Indari dan Sri Riana Wulandari1. LPMP Jawa Barat2. BPPLSP Regional II3. P4TK Teknologi Bandung4. Politeknik Negeri Bandung5. Politeknik Manufaktur Bandung6. STSI Bandung

c. Syarifudin1. P4TK Pertanian Cianjur2. Institut Pertanian Bogor3. BIOTROP Bogor

VI. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN Hasil pelaksanaan pemantauan implementasi kebijakan, rencana program, dan anggaran tahun 2007 pada satuan kerja dinas pendidikan propinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut:1. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat;a. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2007 mengelola anggaran sebesar Rp2.524.843.949.000,00 yang bersumber dari APBN yang disalurkan dengan pola dana dekonsentrasi. Dari anggaran sebesar tersebut, sampai dengan akhir November 2007 telah terserap sebesar Rp2.233.746.436.920,00 atau 89,15% keuangannya dan 92,72 fisiknya.Untuk lebih rincinya rekapitulasi laporan bulanan perkembangan fisik dan keuangan dana dekonsentrasi tahun 2007 di lingkungan dinas pendidikan propinsi Jawa Barat dapat dilihat dalam lampiran laporan ini;b. Satker Penyelenggaraan Efisiensi Perencanaan Pendidikan (Dekonsentrasi), total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp3.209.003.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp1.567.121.700,00 atau terserap 48,83% keuangannya dan 51,57% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 diharapkan akan dapat terserap keuangannya sampai dengan 80–90% dan fisiknya 100%;c. Target dan realisasi kegiatan pokok pembangunan pendidikan di lingkungan dinas pendidikan propinsi Jawa Barat d. Perkembangan pembiayaan sebagai implementasi nota kesepahaman antara Pemerintah Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota, kami belum mendapatkan data riilnya, sehingga data yang dari Pusat/Depdiknas masih dipakai acuan dalam pendataan.e. Realisasi pencapaian target sasaran Rencana Strategis di Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat masih belum menunjukkan kemajuan ang signifikan. Hal ini dikarenakan ada keterbatasan dengan pemerintah Kabupaten/Kota dalam pendataan dan pengisian format-format yang dikembangkan.f. Masalah pencapaian pelaksananan program Wajar Dikdas Sembilan Tahun yang diukur dengan pencapaian APM SD/MI dan APK SMP/MTs, adalah sebagai berikut:

APK dan APM SD/MI, Paket A, dan Salafiah

APM
APK


a). Kab. Cianjur 135,05 104,22b). Kab. Sukabumi 117,08 105,03c). Kab. Bekasi 134,39 110,53d). Kab. Karawang 124,54 89,82e). Kab. Puwakarta 104,44 100,03f). Kab. Subang 120,64 106,93g). Kab. Bandung 100,49 87,27h). Kab. Sumedang 105,25 88,80i). Kab. Garut 99,65 80,48j). Kab. Tasikmalaya 70,53 65,62k). Kab. Ciamis 105,38 81,98l). Kab. Cirebon 114,04 96,64m). Kab. Kuningan 118,95 93,97n). Kab. Indramayu 103,00 81,88o). Kab. Majalengka 119,93 105,99p). Kab. Bogor 131,39 91,10q). Kota Bogor 160,12 131,99r). Kota Bandung 105,85 82,07s). Kota Cirebon 105,59 172,76t). Kota Sukabumi 139,89 56,85u). Kota Tasikmalaya 42,95 38,68v). Kota Bekasi 139,75 118,67w). Kota Depok 93,02 76,65x). Kota Cimahi 123,49 104,12y). Kota Banjar 132,13 105,02

APK dan APM SMP/MTs, Paket B, dan Salafiah

APM
APK


a). Kab. Cianjur 71,76 45,88b). Kab. Sukabumi 71,68 64,14c). Kab. Bekasi 112,89 82,00d). Kab. Karawang 72,87 59,05e). Kab. Puwakarta 107,15 81,43f). Kab. Subang 86,97 58,56g). Kab. Bandung 77,26 58,53h). Kab. Sumedang 92,39 71,47i). Kab. Garut 84,91 75,83j). Kab. Tasikmalaya 63,09 56,66k). Kab. Ciamis 75,65 56,42l). Kab. Cirebon 53,75 62,65m). Kab. Kuningan 78,52 75,18n). Kab. Indramayu 88,15 60,00o). Kab. Majalengka 82,12 76,62p). Kab. Bogor 80,78 62,12q). Kota Bogor 99,44 88,00r). Kota Bandung 108,25 81,13s). Kota Cirebon 72,87 65,18t). Kota Sukabumi 109,19 37,44u). Kota Tasikmalaya 94,24 72,92v). Kota Bekasi 76,15 59,95w). Kota Depok 81,89 64,10x). Kota Cimahi 111,40 87,21y). Kota Banjar 153,68 87,76

Berdasarkan data di atas, maka secara agregat pencapaian wajar dikdas 9 tahun di lingkungan dinas pendidikan propinsi Jawa Barat adalah :a. APK SD/MI, Paket A, dan Salafiah adalah 110,39% dari penduduk usia sekolah SD (7—12 tahun) sebesar 4.741.022 orang. Sedangkan APM yang telah dicapai adalah 90,51%.b. APK SMP/MTs, Paket B, dan Salafiah adalah 81,34% dari penduduk usia sekolah SMP (13—15 tahun) sebesar 2.453.038 orang. Sedangkan APM yang telah dicapai adalah 64,92%.Untuk data lebih rincinya dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

2. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)a. Satker LPMP, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp232.253.612.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp190.770.461.960,00 atau terserap 82,14% keuangannya dan 89,39% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp227.943.645.278,00 atau terserap 98,14% keuangannya dan 99,60% fisiknya;b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan LPMP, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

3. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) IPA Bandunga. Satker P4TK, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp20.461.924.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp15.628.555.759,00 atau terserap 76% keuangannya dan 94% fisiknya.b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan P4TK, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

4. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Tertulis BandungSatker P4TK Tertulis Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp19.915.817.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp13.509.593.195,00 atau terserap 67,83% keuangannya dan 90,8% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp17.265.813.050,00 atau terserap 86,69% keuangannya dan 100% fisiknya;

5. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Teknologi Bandung;a. Satker P4TK Teknologi Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp36.379.731.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp26.865.697.505,00 atau terserap 73,85% keuangannya dan 85,89% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp29.406.872.971,00 atau terserap 88,01% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan P4TK Teknologi, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

6. Pusat Pengembangan, dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur;(Data masih di tangan Pak Syarifudin)

7. Balai Bahasa, Bandunga. Satker P4TK Teknologi Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp2.538.600.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp2.049.820.000,00 atau terserap 81% keuangannya dan 90% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp2.614.694.000,00 atau terserap 103% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Balai Bahasa Bandung, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

8. BPPLSP Regional II, Jawa Barata. Satker BPPLSP Regional II Jawa Barat, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp43.205.673.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp31.343.228.000,00 atau terserap 72,54% keuangannya dan 83,43% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp39.470.279.000,00 atau terserap 95,42% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan BPPLSP Regional II Jawa Barat, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

9. BIOTROP, Bogor(Data masih di tangan Pak Syarifudin)

10. Institut Pertanian Bogor(Data masih di tangan Pak Syarifudin)

11. Institut Teknologi Bandung a. Satker Institut Teknologi Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp99.034.905.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp82.311.027.955,00 atau terserap 83,11% keuangannya dan 83,11% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp95.157.810.394,00 atau terserap 96,09% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Institut Teknologi Bandung, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

12. Universitas PadjajaranSatker Universitas Padjajaran, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp404.902.709.800,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp313.908.352.002,00 atau terserap 77,53% keuangannya dan 77,53% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 diharpkan akan mencapai 90,5% keuangannya dan 100% fisiknya;

13. Universitas Pendidikan IndonesiaSatker Institut Teknologi Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp346.531.277.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp158.823.239.119,00 atau terserap 45,83% keuangannya dan 45,83% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 diharpkan akan mencapai 90,5% keuangannya dan 100% fisiknya.

14. Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandunga. Satker STSI Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp24.653.168.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp16.515.026.000,00 atau terserap 66,99% keuangannya dan 66,99% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp22.369.414.000,00 atau terserap 95,42% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

15. Kopertis Wilayah IV, Bandunga. Satker Kopertis Wilayah IV Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp76.333.900.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp70.149.786.254,00 atau terserap 91,90% keuangannya dan 99,92% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 akan sebesar Rp76.207.332.500,00 atau terserap 99,83% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Kopertis Wilayah IV Bandung, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

16. Politeknik Negeri Bandunga. Satker Politeknik Negeri Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp91.325.790.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp46.140.255.309,00 atau terserap 50,52% keuangannya dan 50,52% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 terserap 90,00% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Politeknik Negeri Bandung, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

17. Politeknik Manufaktur Bandunga. Satker Politeknik Manufatur Bandung, total anggaran yang ada dalan DIPA sebesar Rp24.575.437.000,00, terserap sampai dengan akhir November 2007 sebesar Rp15.499.018.715,00 atau terserap 63,07% keuangannya dan 63,07% fisiknya. Sedangkan untuk perkiraan penyerapan sampai dengan bulan Desember 2007 terserap 80,00% keuangannya dan 100% fisiknya; b. Perkembangan/kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Politeknik Manufaktur Bandung, dapat dilihat dalam lampiran laporan ini.

VII. HAMBATAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Beberapa kendala dan hambatgan pada saat pelaksanaan kegiatan di lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, Perguruan Tinggi Negeri, kopertis, dan Politeknik pada umumnya hampir sama, diantaranya:

a. Ada aturan yang mengatakan bahwa, untuk lelang pembangunan/rehabilitasi fisik harus melibatkan pihak Departemen Pekerjaan Umum (Dep. PU), hal ini dapat menambah waktu proses pelelangan maupun waktu pelaksanaan kegiatan dimaksud;b. Adanya keterlambatan penyampaian Revisi Pemotongan Biaya Perjalanan Dinas sebesar 70% kepada satuan kerja yang ada di lingkungan Jawa Barat;c. Adanya Revisi DIPA yang berkaitan dengan butir a. di atas, menyebabkan tidak tercapainya target/sasaran dan kegiatan yang diharapkan;d. Penumpukan kegiatan di akhir tahun anggaran yang disebabkan adanya revisi RKA-KL ataupun DIPA;e. Kepmen PAN No. 01/KEP/M.PAN/2001 tentang pemutusan fungsional, dll tidak dapat dibayarkan apabila Widyaiswara menjalani tugas belajar, sedangkan di P4TK Teknologi Bandung yang bersangkutan tetap bekerja dari Senin s.d. Jumat. Dengan adanya hal ini menimbulkan keresahan pada Widyaiswara yang bersangkutan.

VIII. REKOMENDASI

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi implementasi kebijakan, rencana program, sasaran dan anggaran setiap tahunnya masih sangat diperlukan. Media ini dapat bermanfaat bagi satuan kerja yang ada di daerah maupun petugas lapangan.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam kesempatan ini kami menyampaikan beberap masukan atau rekomendasi yang mungkin dapat diperguankan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang, yaitu:

1. Karena persetujuan revisi datangnya sangat terlambat, maka disarankan pada saat awal anggaran sebaiknya diadakan pertemuan bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah untuk melihat adn mencermati segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dimasa-masa tahun anggaran. Dengan demikian revisi dapat dilakukan lebih awal dan memberikan waktu yang cukup bagi pelaksana kegiatan;2. Departemen Pendidikan Nasional, dalam hal ini Biro Perencanaan dapat mensosialisasikan kepada UPT Pusat yang ada di daerah untuk dapat memfasilitasi dan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka pelaksanaan kegiatan yang ada, sehingga SKPD tersebut dapat merasa terbantu dengan adanya UPT-UPT Pusat tersebut.

—oOo—

Tim Monev Prop. Jabar1. Budi Purwaka2. Titik Indari3. Sri Riana Wulandari4. Syarifuddin

Potret Pencapaian APK dan APM

Monday, December 3rd, 2007

Mohon koreksi dan masukannya

Tim Wali Jabar

Hasil Monev 2007

Monday, December 3rd, 2007

Kami sampai saat ini belum melakukan monev di dinas pendidikan propinsi Jawa Barat

Tim Wali Jabar:

Angka Buta Aksara Propinsi Jabar Per Kab/Kota

Monday, December 3rd, 2007
Jumlah Persebaran Buta Aksara Per Kab/Kota

Info Dapodik, ditataran tanah sunda

Tuesday, November 27th, 2007

Kabupaten <> Data Komitmen <> Data di Web <> Prosentase
==============================================
Kab. Bogor 927.580 831.518 89,64%
Kab. Sukabumi 450.028 94.622 21,03%
Kab. Cianjur 430.897 364.017 84,48%
Kab. Bandung 820.900 765.955 93,31%
Kab. Sumedang 190.744 180.145 94,44%
Kab. Garut 509.651 421.182 82,64%
Kab. Tasikmalaya 306.736 301.163 98,18%
Kab. Ciamis 284.056 149.799 52,74%
Kab. Kuningan 199.478 46.120 23,12%
Kab. Majalengka 208.502 51.901 24,89%
Kab. Cirebon 413.987 32.080 7,75%
Kab. Indramayu 332.832 157.029 47,18%
Kab. Subang 255.337 200.729 78,61%
Kab. Purwakarta 166.108 149.449 89,97%
Kab. Kerawang 384.648 146.435 38,07%
Kab. Bekasi 414.458 228.597 55,16%
Kota Bandung 424.565 239.805 56,48%
Kota Bogor 217.569 92.886 42,69%
Kota Sukabumi 70.339 100.791 143,29%
Kota Cirebon 84.025 45.314 53,93%
Kota Bekasi 383.319 184.802 48,21%
Kota Depok 297.682 187.659 63,04%
Kota Cimahi 107.715 109.440 101,60%
Kota Tasikmalaya 127.331 126.030 98,98%
Kota Banjar 36.290 23.571 64,95%

Kabupaten/Kota yang belum mencapai target sampai 80% (Target 80% bulan
september) :

Kab. Sukabumi
Kab. Ciamis
Kab. Kuningan
Kab. Majalengka
Kab. Cirebon
Kab. Indramayu
Kab. Subang
Kab. Kerawang
Kab. Bekasi
Kota Bandung
Kota Bogor
Kota Cirebon
Kota Bekasi
Kota Depok
Kota Banjar

woro-woro/pengumuman

Tuesday, November 27th, 2007

Bapak dan Ibu-Ibu yang kami hormati, kami akan mencoba menyampaikan kondisi data pembangunan pendidikan di wilayah Bapak dan Ibu Yth.

Mohon komentar dan saran  perbaikan.

Trimakasih

Wali Jabar

Budi Purwaka

Titik Indari

Ririn